Selamat Jalan Ibunda tercinta
Jakarta, 6 Juli 2006
20.30pm
Allahu Akbar,
Inna Lillaahi wa inna Illahi Rooji’un
Sungguh malam itu dalam hening cipta dan kelu tanpa daya berkata dalam sayatan sayup alunan pembacaan ayat2 Ilahi dalam harap dan doa.
Kami saksikan kuasa kehendak-Mu Ya Khalik Pemilik dan Penguasa kehidupan ummat.
Betapun hati dan tangan kami bergerak berupaya mengmbalikan denyut nadi dan memanjangkan desah napasnya. Rencana-Mu jugalah yang berlaku, yang harus kami terima.
Tetapi betapun sejenak basah mata tak terelakan, betapun sendu tak tertahankan, betapun disudut hati kami terhamparkan keinginan dan harapan, batas itu tak mungkin kami lampaui.
Tubuh tidak mungkin lagi tertahan, raga tak lagi mungkin kami tahan. Apa yg menjadi kehendakMu terjadilah.
Kami percaya ketetapanMU memanggil pulang tentulah yg terbaik diantara kebaikan, betapapun belum mampu rasa hati kami memahaminya.
Kami hantarkan keberangkatan ini dalam sujud Ikhlas hati, melepas kepergiannya dalam syukur permohonan jiwa kami akan perkenan-Mu menerimanya
Selamat jalan Mama…
January 13th, 2007 at 12:10 am
Jadi sedih, A’. jadi inget nyokap juga, hik2…